CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kawasaki Athlete 125 2009


Seting Mekanik Rossi

1698kawak-axl-1.jpgKawasaki Athlete 125 yang digeber Hadi Wijaya mengejutkan panggung seri pembuka IndoPrix 1 Sentul kelas 125 cc (IP2), Minggu lalu. Otak dibalik tim Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech itu adalah Jeremy Burgess, mekanik Valentino Rossi. He…he…he… tapi yang ini versi Indonesia, yaitu Ibnu Sambodo.

Ibnu yang Begawan 4-tak itu ibarat Jeremy Burgess, mengorek motor merek apapun bikin pembalapnya menang. Seperti Hadi Wijaya sanggup finish ke-2 di race pertama. Itupun karena per sok Daytona patah. Jika normal pasti yang pertama. Pada race 2, satu lap menjelang finish mesin trouble.

Langkah awal Jeremy Burgess dan Ibnu sama. Serba mefet dan terburu-buru. Persiapannya hanya 2 minggu. Setelah belah dan korek mesin, Athlete 125 geberan Hadi baru hidup Selasa 7 Maret lalu. “Berarti 4 hari sebelum balap,” jelas Ibnu Sambodo.

Paling awal dijamah Ibnu menentukan ukuran piston buat turun di kelas IP2. Untuk tes dan latihan menggunakan seher Daytona 56 mm (125 cc). “Baru hari Minggu pas balapan menggunakan seher Izumi 57 mm (130 cc),” jelas jebolan sarjana elektro ini.

Kemudian kepala silinder menyusul diporting. Klep ditentukan ukuran 29 mm in dan ex 24 mm. Menurut Ibnu, pilihannya menggunakan klep merek EE atau milik Suzuki DR350. Ibnu pilih yang punya DR350, kebetulan punya 20 set bekas dari tim Suzuki dulu.1700kawak-bela-3.jpg

Tentu ketika pasang klep lebar mengubah dulu posisi sudut klep di kepala silinder. Diikuti korek lubang isap dipatok 25,5 mm. Kecuali pada bagian bos klep, lubang membesar ke kiri-kanan jadi 30 mm. Ini agar laju gas bakar tidak tersendat akibat terhalang bos klep.

Sedang lubang buang mengikuti katup ex yang 24 mm. “Lubang buangnya cukup 23,5 mm. Diteruskan menuju leher knalpot yang diameter dalam pipanya 24 mm,” jelas Ibnu yang buka bengkel Manual Tech di Jl. Kaliurang, Km 8,4, Jogja.

Beres korek yang dites duluan Kawasaki Athlete Ardhi Satya Sadarma, rekan satu tim Hadi Wijaya. “Sanggup menghasilkan tenaga 20,1 dk pada 12.600 rpm. Pada pacuan Hadi sendiri justru sekitar 19 dk,” jelas mekanik yang juga sarjana mesin ini.

Menurut Hadi, tenaga motor pacuannya ini lumayan besar dibanding lawan. Bahkan performa stabil. Dilihat pada thermometer yang dipasang, suhu blok mesin pada race pertama 160o celcius. Pada race kedua 150 cc, makanya geber abis. Tapi piston tak mendukung dan jebol sebelum finish di race 2. Sayang sekali.

SETING SUSPENSI

1699kawak-bela-2.jpgMenggunakan motor baru, masih serba meraba. Ibnu dibantu Trembis sang asisten seting suspensi. Katanya sok belakang standar sangat empuk. Pada tes awal ketika pindah gigi, motor seperti ngerem. Pusing juga untuk dianalisis. Coba tebak kenapa?

Dipikir seharian, rupanya bila mesin digas bikin sok belakang ambles. Akibatnya lengan ayun menyentuh tuas rem dan bikin roda terkunci. Solusinya coba pasang monosok kepunyaan Yamaha V-ixion merek Daytona.

Namun kendala ngerem sendiri kembali terjadi. Pada race pertama menjelang finish, per monosok Daytona patah. Akhirnya sok ambles dan lengan ayun kembali menekan tuas rem. Dengan melompat-lompat akibat roda belakang terkunci, Hadi masih bisa finish posisi nomor 2. Sangat bagus untuk kondisi begini.

Sedang suspensi depan seperti tidak ada masalah. Asli pabrik diameter as sok 31 mm. Ini setara dengan kepunyaan Yamaha RX-King. Bandingkan punya bebek yang hanya 26 mm. Makanya Trembis hanya mengganti oli sok dengan yang lebih kental. Pakai SAE30 sudah keras.

GIGI MASIH LOMPAT
1701kawak-bela-4.jpg
Beruntung gigi primer (22) dan sekunder (72) Kawak Athlete 125 sama dengan Shogun 125 yang pernah dikorek Ibnu. Perbandingan rasio giginya bisa dibuat mirip atau bahkan sama. Gigi 1 (31/14), 2 (29/18), 3(26/20) dan 4 (25/22).

Namun kendalanya masih kerap mis terutama dari gigi 2 ke 3. Bahkan gigi 4 kerap lompat sendiri ke 3. Pantas saja dilihat dari layar tipi, kaki Hadi kerap nahan persneling. Itu supaya tidak lompat.

WHEELBASE MOLOR

Salut dan tepuk tangan buat Hadi Wijaya yang bisa menaklukan Athlete 125. Nyemplak bebek monosok dipastikan sumbu roda lebih panjang. “Jika diukur dengan patokan yang sama, wheelbase bebek ayam jago Kawasaki ini lebih molor 6 cm dibanding Yamaha atau Suzuki,” tutur Ibnu.

Pantas saja menurut Hadi, terasa berat kalau menikung. Seperti ketika melewati tikungan S kecil. Apalagi bodi Athlete 125 yang tanpa sayap, jauh dari faktor aerodinamis. Jika dilengkapi fairing, pasti jauh meninggalkan lawan.

DATA MODIFIKASI

Karburator : FCR 28
Pilot dan main-jet : 80/150
Gir : 15/37
Intake : Custom
Rasio kompresi 1 : Seher 56 mm yaitu 11,7 : 1
Rasio kompresi 2 : Seher 57 mm yaitu 13,8 : 1
CDI : Rextor Pro Drag
Bearing kruk as : 6205
Kruk asnya : Big end dilas listrik
Manual Tech : (0274) 885566




3 komentar:

verry mengatakan...

kapan kembali berlaga di KALBAR. .??
siapa pesaing terberat saat ini??

don-Q mengatakan...

Ternyata Kawasaki athlete muantabs gan...
apalagi pembalapnya juga berskill yuph...

go...go... kawasaki athlete / Fury

Anonim mengatakan...

klo mw angkat stroke kawasaki athelete pen stroke yg mirip dgn pen stroke motor apa yagh???
soalx z bingung mw pke pen stroke motor apa...

Poskan Komentar